Kota semarang menjadi pilihan saya untuk pengalaman pertama melakukan solo traveling ini dan datang ke semarang pun bener-bener dadakan, bahkan buat intenary aja pas didalam kereta menuju semarang lho.  Yang masuk intenary pertama kali itu adalah Lawang sewu, siapa sih yang ngga tau tempat ini "bangunan tua di Kota Semarang" yang sering dijadikan untuk shooting misteri dan uji nyali.

Selain itu saya juga cari beberapa museum atau tempat yang memiliki cerita sejarah di kota semarang, mau tau dong saya kemana aja? Langsung aja di swipe down temen-temen.

Lawang Sewu

Alt Text

Dateng kesini bukan pas weekend aja udah ramai banget kayak gini ya, apalagi weekend guys. Di Lawang sewu sama sekali tidak ada kaca bahkan dikamar mandi sekalipun ngga ada dan menurut pengurusnya memang tidak diperbolehkan ada kaca. "Nanti kalau ada kaca yang terlihat dikaca bukan mbaknya tapi yang dibelakang mbaknya" kata salah satu pengurus itu ke saya. Hmm....baiklah kalau begitu saya ngga akan ngaca didalam gedung ini (takut juga iya kan haha).

Jadi tempat ini dulunya adalah kantor pusat administrasi kereta api milik Belanda, bahkan arsitek bangunan lawang sewu ini pun dari belanda.

Jendela besar yg hits karna hampir setiap pengunjung photo disini.
Alt Text

Lawang sewu, diambil dari bahasa Jawa yang artinya seribu pintu walaupun sebenarnya pintu-pintunya tidak ada sampai seribu (sumber: mas guide).  

Sayang banget pas datang kesini ruang bawah tanah lawang sewu ini ditutup, padahal penasaran dengan ruangan itu yang katanya angker. Jadi ruangan itu dulunya adalah ruang penyiksaan dan penjara bawah tanah (ada penjara berdiri dan penjara jongkok) para tahanan yang dipakai jepang saat mengambil alih semarang dari belanda.

Kalau sekarang lawang sewu menjadi salah satu destinasi wisata di Semarang dan pusat informasi tentang sejarah kereta api di Indonesia.

Opening Hours: 07.00 - 21.00

HTM: Rp 10.000,- per orang


Museum RonggoWarsito

Alt Text

Ke next destinationku adalah museum ini, museumnya cukup luas dan ada dua lantai. Sepi museumnya mungkin karna weekday saya datangnya, hanya ada 3 orang pengunjung saat itu (termasuk saya).

Museum ranggawarsito ini terbagi menjadi 4 bagian (gedung), jadi masing-masing gedung itu juga terdapat koleksi yang berbeda-beda. Mulai dari berbagai macam aneka batu, fosil-fosil, aneka permainan pada zaman dahulu, dan masih banyak lagi yang ada di museum ini.

So, langsung aja scroll kebawah karna saya punya beberapa photo koleksi-koleksinya.

Area ini terdapat informasi tentang sejarah manusia purba dan perkembangannya, di area ini gue jadi inget masa-masa SMP saat pelajaran sejarah gitu.

Sedangkan di area ini  berisikan koleksi peninggalan budaya dan kerajinan dari peradaban Hindu Budha, beberapa yang dipamerkan seperti arca-arca, patung dewa, candi-candi yang ada di Jawa Tengah. Selain itu juga ada miniatur kapal kayu samudra Raksa.

Alt Text

Photo disebelah kiri ini ada di lantai 2 museum yang merupakan replika dari singgasana raja.

Terus koleksi - koleksi photo dibawah ini saya kasih penjelasan singkat aja ya, mulai dari kiri ke kanan -

Pertama itu ada yang namanya permainan brendhung ( bidadari ) yang asalnya dari kabupaten pemalang boneka yang terbuat dari tempurung kelapa bagian kepala dan tubuhnya dari bambu.  Kalau yang tengah ini adalah permainan atau pementasan tradisional yang namanya nini thowong. Nah sedangkan yang terakhir (dibagian kanan) namanya barongan yang asalnya dari blora. Pementasan Nini thowong dan Barongan ini biasanya diiringi alat musik tradisional seperti gamelan.

Masih banyak banget pokoknya koleksi-koleksi di museum ini jadi kalau teman-teman tertarik setelah membaca blogku langsung aja mampir untuk lihat secara langsung isi di dalam museum ini.

Opening Hours: 08.00 - 15.00

HTM: Rp 4.000,- per orang


Sam Poo Kong

Sedikit belajar sejarahnya, dulu ini adalah tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He (cheng ho) pada tahun (1416).  Untung mengenang laksamana dan teman-temannya tersebut makanya didirikanlah klenteng ini.

Untuk yang mau masuk area sembahyang dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 20.000,- per person.

Alt Text

Ada ruangan khusus dibawah tanah yang memang di peruntukkan buat yang benar-benar sembahyang saja.

Selain itu disini tersedia penyewaan kostum-kostum china, hm... boleh juga untuk photo selfie ala puti huan zhu. Sam poo kong klenteng ini ramai banget pengunjung yang dateng, mereka yang dateng bukan cuma untuk photo-photo tapi ada sebagian besar juga sambil sembahyang.

Opening Hours: 08.00 - 21.00

HTM: Rp 10.000,- per orang