Destinasi pertama perjalanan two thumbs kali ini adalah ke Malang, Jawa Timur.  Selain jalan-jalan kita juga akan mencicipi makanan khas dari setiap kota yang akan dikunjungi, Waroeng Rawon Rampal merupakan pilihan pertama saat kita tiba di Malang.

Waroeng ini sudah berdiri sejak tahun 1957 dan dikembangkan secara turun temurun dengan cita rasa bumbu yang tidak berubah jadi bisa dibilang sudah warisan dari keluarga (itu yang saya baca dari beberapa reviewnya).  Setelah saya mencoba sendiri memang rasanya berbeda dari rawon-rawon yang pernah saya coba dan tempat ini termasuk hebat karena bisa konsisten akan kualitas rasa dengan jangka waktu yang bisa dibilang cukup lama masa berdirinya.  

Ternyata tidak hanya dari segi rasa tetapi kebersihan dan kenyamanan tempat juga terasa sekali disini. Saya sempat mengobrol dengan ibu pemilik waroeng rampal ini dan ternyata ramah sekali orangnya.

Tungku kayu (tungku dibuat dari bata-bata dan bahan bakarnya menggunakan kayu).

Si ibu pun bercerita biasanya sudah habis jam 1 siang dan langsung pergi ke pasar lalu di masaklah daging tersebut menggunakan tungku kayu.  Tidak diragukan lagi dong kenapa dagingnya empuk lalu rasa kuahnya segar dan gurih dari kaldu daging tersebut.  

Tampilan Nasi Rawon + Telur Asin + Gorengan Tahu + Teh Manis Hangat ( 50k total )

Waroeng Rampal buka dari jam 07.00 pagi sampai jam 13.00 siang, karena biasanya jam segitu makanan mereka sudah habis semuanya.  

Di waroeng rampal tidak hanya menjual rawon saja tetapi juga menjual masakan lainnya seperti, nasi pecel, nasi campur, kare ayam, soto daging, dan berbagai macam gorengan mulai dari otak-otak, empal, paru kering, babat rawis, dan lainnya.  

Untuk harga makanan di rawon rampal memang cukup mahal dibandingkan tempat makan rawon lainnya di kota Malang tetapi kalian tidak akan menyesal jika sudah mencoba makan disini.  Karena makan di warung rampal ini bisa dikatakan harga sesuai kualitas rasa dan service yang sangat baik.

Lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta Malang Baru. Akses untuk ketempat ini juga mudah karena berada di pinggir jalan.  Kalian bisa datang dengan ojek atau alat transportasi becak.  Kebetulan saya menginap di dekat Balaikota Malang, perjalanan dari Balaikota Malang menuju Waroeng rampal hanya 10.000,- dengan ojek.